JawaPos.com – Kesejahteraan guru honorer sampai saat ini masih jauh di bawah harapan. Berdasar itu, Kementerian Agama (Kemenag) berniat untuk meningkatkan gaji guru honorer. Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag, Ali Rhamdani pun mengatakan bahwa nasib guru agama dan guru madrasah non-PNS di Kemenag masih menjadi masalah yang tak mudah dipecahkan.
“Banyaknya guru honorer yang belum disertifikasi tidak sebanding dengan kuota pengangkatan per tahun. Bila tidak ada lompatan, akan banyak guru-guru yang tak pernah merasakan sertifikasi sampai pensiun,” katanya melalui keterangan resmi, Jumat (4/9).
Padahal, guru honorer mendapat beban tugas yang sama dengan guru PNS dan mengajar dengan jumlah jam yang sama tingginya, namun kesejahteraannya jauh di bawah PNS. Guru honorer nonsertifikasi dan nonpenyesuaian (inpassing) hanya mendapat gaji dari pemerintah sebesar Rp 250 ribu per bulan dan sedikit tambahan insentif dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Hal itu masih dirasakan tidak adil bagi guru-guru honorer. Angka ini, kata Dirjen Pendis, memang sifatnya sebagai pendukung saja, bukan tarif dasar. Namun harus diakui itu masih jauh di bawah garis kebutuhan hidup saat ini.
Dirjen Pendis mengatakan, ke depan pihaknya akan melihat lagi permasalahan ini untuk dicarikan solusi yang terbaik. Penghargaan kepada guru itu penting sebagai cara pemerintah menghargai karya bakti anak bangsa.
Nasib guru honor dari dulu kami diajak tiriskan berilah sedikit kepada emerintah gaji sesuai UMR mendapat tunjangan
BalasHapusTolong diperhatikan guru yg tidak sertifikasi gaji dr sekolah aja 580 rb sebulan itu yang udh mengajar 6 thn
BalasHapusMiris lagi yang di negeri guru Pai hanya mengandalkan dana bos sebulan 150 ribu
BalasHapusHonor audah 12 tahun